jam

Minggu, 11 Desember 2011

GOOGLE EARTH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI
Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Komputer Dasar
Dosen Pengampu : Gentur Adi Tjahjono, S.Si




Disusun oleh :
Ana Widya Suryani
K5411004



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur Saya persembahkan kehadirat Allah SWT karena atas karunia dan perkenaan-Nya, penulis bisa menyelesaikan makalah “Google Earth Sebagai Media Pembelajaran Geografi”.
Makalah ini disusun untuk mengetahui lebih mendalam mengenai penggunaan google earth sebagai media pembelajaran geografi. Dan untuk memenuhi tugas Komputer Dasar
Setelah mengumpulkan berbagai sumber-sumber yang berhubungan dengan google earth, akhirnya makalah ini dapat tersusun. Berbagai pihak telah banyak memberikan sumbangan pemikiran, dukungan dan bantuan baik berupa saran, kritik, koreksi, arahan dan bantuan dalam bentuk lain. Untuk itu, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Semoga makalah ini bisa memberikan sumbangan informasi yang dapat bermanfaat. Untuk itu, diharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan dan penyempurnaan makalah ini.


Surakarta, Desember  2011
                                                                                                       Penulis




DAFTAR ISI
Kata Pengatar..................................................................................................  2
Daftar Isi..........................................................................................................  3
Bab I  Pendahuluan
A.      Latar belakang........................................................................................ 4
B.       Perumusan Masalah................................................................................ 5
C.       Tujuan Penulisan....................................................................................  5
Bab II Pembahasan
A.   Pengertian dan pengenal Google Earth......................................................6                                                                                                                     
B.     Cara menggunakan Google Earth............................................................ 13
C.     Pemanfaatan Google Earth sebagai media pembelajaran Geografi....... .....13    
Bab III Penutup
A.    Kesimpulan............................................................................................ 15
B.     Saran......................................................................................................15
Daftar Pustaka...................................................................................................16








BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Geografi adalah pelajaran yang memerlukan kemampuan menghafal. Seharusnya, ilmu ini dipelajari dengan cara mengamati langsung objek yang dipelajari. Sehingga, aktivitas menghafal akan lebih mudah. Hal ini sesuai pernyataan Silberman (2007: 1) yang dimodifikasi dari Confucius, bahwa what I hear, I forget; what I hear, see, and ask question about or discuss with someone else, I begin to understand; what I hear, see, discuss, an do, I acquire knowledge and skill; what I teach to another, I master.
Pernyataan tersebut benar. Mempelajari geografi tidak cukup dengan mendengar. Karena akan menimbulkan gambaran yang tidak begitu jelas bagi siswa. Permasalahan ini sangat nampak ketika guru mengajarkan konsep bumi bulat. Biasanya, guru mengatakan bahwa jika seseorang naik pesawat dengan ketinggian tetap pasti dia akan sampai lagi ke tempat semula. Hal ini berlaku pula jika seseorang melemparkan batu dengan kekuatan tertentu pasti batu itu akan kembali ke tempat semula. Namun, pesawat apakah yang mampu  mengelilingi bumi tanpa mengisi bahan bakar? Meskipun dilakukan penghitungan yang cermat sehingga dimungkinkan pesawat berhenti untuk mengisi bahan bakar dan kemudian kembali ke titik semula, hal itu tetap saja “hayalan” karena para siswa tidak mungkin membuktikannya. Selai itu, siapa pula yang mampu melemparkan batu dengan kekuatan yang bisa membuat batu tersebut mengelilingi bumi? Kedua analogi ini hanya menciptakan materi khayalan baru di benak siswa. Oleh karena itu, diperlukan media atau alat peraga yang lebih efektif untuk mengajarkan bumi bulat.
Keadaan geografis Indonesia sendiri, yang terdiri atas 17.508 pulau, merupakan permasalahan pelik lain ilmu geografi. Bagaimana bisa mengajarkan letak atau posisi pulau-pulau tersebut? Peta manual yang selama ini digunakan pun tetap hanya menjadikan para siswa berada pada batasan imajinasi.
Penemuan ARPANET tahun 1969 adalah awal yang baik untuk pendidikan geografi di dunia. Teknologi jaringan ini adalah cikal-bakal perkembangan internet (Pandia, 2007). Saat ini, kita buktikan bahwa komputer-komputer dari seluruh dunia dapat terhubung satu dengan lainnya. Melalui internet ini, sangat dimungkinkan para siswa saling berkomunikasi dan melakukan pertukaran informasi, mulai tulisan, foto, hingga video. Siswa yang berada di jantung ibukota dapat mengamati kondisi hujan abu vulkanis yang terjadi akibat letusan Gunung Merapi di DI Yogyakarta dan Jateng melalui rekaman video yang diunggah siswa lain ke Youtube.
B.     Rumusan Masalah
Dalam penyusunannya, makalah ini dibatasi dengan pertanyaan :
1.      Apakah pengertian google earth?
2.      Bagaimana cara menggunakan Google Earth?
3.      Bagaimana pemanfaatan Google Earth sebagai media pembelajaran Geografi?

C.     Tujuan Penulisan
Dalam penyusunannya makalah ini bertujuan untuk  :
1.      Mengetahui pengertian Google Earth
2.      Mengetahui cara menggunakan Google Earth
3.      Mengetahui pemanfaatan Google Earth sebagai media pembelajaran geografi.






BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian dan Pengenalan Google Earth
Google Earth merupakan sebuah program globe virtual yang sebenarnya disebut Earth Viewer dan dibuat oleh Keyhole, Inc.. Program ini memetakan bumi dari superimposisi gambar yang dikumpulkan dari pemetaan satelit, fotografi udara dan globe GIS 3D. Tersedia dalam tiga lisensi berbeda: Google Earth, sebuah versi gratis dengan kemampuan terbatas; Google Earth Plus ($20), yang memiliki fitur tambahan; dan Google Earth Pro ($400 per tahun), yang digunakan untuk penggunaan komersial.
a.       Pengenalan Google Earth
Gunung St. Helens dilihat menggunakan Google Earth
Google Earth pada mulanya dikenal sebagai Earth Viewer. Google Earth dikembangkan oleh Keyhole, Inc., sebuah perusahaan yang diambil alih oleh Google pada tahun 2004. Produk ini, kemudian diganti namanya menjadi Google Earth tahun 2005, dan sekarang tersedia untuk komputer pribadi yang menjalankan Microsoft Windows 2000, XP, atau Vista, Mac OS X 10.3.9 dan ke atas, Linux (diluncurkan tanggal 12 Juni 2006) dan FreeBSD. Dengan tambahan untuk peluncuran sebuah klien berbasis update Keyhole, Google juga menambah pemetaan dari basis datanya ke perangkat lunak pemetaan berbasis web. Peluncuran Google Earth menyebabkan sebuah peningkatan lebih pada cakupan media mengenai globe virtual antara tahun 2005 dan 2006, menarik perhatian publik mengenai teknologi dan aplikasi geospasial.
Globa virtual ini memperlihatkan rumah, warna mobil, dan bahkan bayangan orang dan rambu jalan. Resolusi yang tersedia tergantung pada tempat yang dituju, tetapi kebanyakan daerah (kecuali beberapa pulau) dicakup dalam resolusi 15 meter. Las Vegas, Nevada dan Cambridge, Massachusetts memiliki resolusi tertinggi, pada ketinggian 15 cm (6 inci). Google Earth memungkinkan pengguna mencari alamat (untuk beberapa negara), memasukkan koordinat, atau menggunakan mouse untuk mencari lokasi.
Saat ini fitur – fitur Google Earth sudah bertambah, antara lain :
1)      Mode Sky
Pada 22 Agustus 2007, Google Earth menambah sebuah peralatan Sky untuk melihat gambar bintang dan luar angkasa. Google Sky dibuat oleh Google melalui kerjasama dengan Institut Pengetahuan Teleskop Luar Angkasa di Baltimore, pusat operasi Hubble. Dr. Alberto Conti dan pembuatnya Dr. Carol Christian dari Institut Pengetahuan Teleskop Luar Angkasa, merencanakan untuk menambah gambar publik mulai 2007, juga gambar berwarna dari semua data arsip dari Kamera Hubble untuk Survei. Gambar terbaru Hubble akan dimasukkan dalam program Google Sky setelah diambil. Fitur baru seperti data multi-panjang, posisi satelit besar dan orbitnya juga sumber pengetahuan akan disediakan ke komunitas Google Earth dan juga melalui situs web untuk Sky milik Christian dan Conti. Juga yang terlihat pada mode Sky adalah konstelasi, bintang, galaksi dan animasi yang memperlihatkan orbit planet. Sebuah tambahan transien luar angkasa Google Sky, menggunakan protokol VOEvent, disediakan oleh kerjasama dengan VOEventNe.

2)      Fitur Wikipedia dan Panoramio

Bulan Desember 2006, Google Earth menambah fitur baru disebut "Geographic Web" yang meliputi tampilan Wikipedia dan Panoramio. Di Wikipedia, entri diberi koordinat dengan Templat : Coor title dms. Apabila pilihan untuk memperlihatkan entri Wikipedia atau Panoramio dipilih, pengguna akan diperlihatkan dengan titik yang dapat ditekan dalam versi Google Earth. Apabila titik tersebut ditekan, pengguna dapat melihat entri Wikipedia atau Panoramio langsung di Google Earth. Terdapat juga fitur komunitas dari proyek Wikipedia-World. Banyak koordinat yang digunakan, tipe yang berbeda ditampilkan dan bahasa yang berbeda disediakan daripada fitur Wikipedia berdiri sendiri. Google mengumumkan pada tanggal 30 Mei 2007 bahwa mereka mengambil alih Panoramio.

Spesifikasi dalam Google Earth antara lain :

1)      Sistem dan Proyeksi Koordinat
a.       Sistem koordinat internal Google Earth merupakan koordinat geografi dalam bentuk tunggal Sistem Geodetik Dunia tahun 1984 (WGS84).
b.      Google Earth menampilkan dunia seperti dilihat dari pesawat atau satelit yang mengorbit. Proyeksi ini diguakan untuk memperoleh efek yang disebut Perspektif Umum. Ini mirip dengan proyeksi Ortografi, kecuali titik perspektifnya merupakan jarak terbatas (dekat bumi) daripada jarak tidak terbatas (luar angkasa).
2)      Resolusi dasar
a.       Amerika Serikat: 15 m (beberapa negara bagian 1 m atau lebih baik)
b.      Andorra, Belanda, Britania Raya, Denmark, Jerman, Liechtenstein, Luksemburg,San Marino, Swiss, Vatikan: 1 m atau lebih baik
c.       Seluruh dunia: Umumnya 15 m (beberapa area, seperti Antartika, resolusinya sangat rendah), tetapi ini tergantung pada kualitas satelit/fotografi udara yang diunggah.
3)      Resolusi tinggi
a.       Amerika Serikat: 1 m, 0.6 m, 0.3 m, 0.15 m (sangat jarang, contohnya Cambridge dan Google Campus, atau Glendale)
b.      Eropa: 0.3 m, 0.15 m (contohnya Berlin, Hamburg, Zürich)
4)      Resolusi ketinggian
a.       Permukaan: bervariasi menurut negara
b.      Dasar laut: Tidak tersedia (sebuah skala warna memperkirakan kedalaman dasar laut "diperlihatkan" pada permukaan).
5)      Umur :  Gambar kadang-kadang kurang dari 3 tahun. Tanggal selanjutnya untuk informasi hak cipta sering dirujuk sebagai tanggal dimana gambar diambil, tetapi praktik ini tidak benar.
Google Earth tidak beroperasi pada konfigurasi peranti keras lama. Konfigurasinya sebagai berikut:
1)      Pentium 3, 500 MHz
2)      128 MB RAM
3)      ruang kosong 400 MB
4)      Kecepatan internet: 128 kb/detik
5)      Kartu grafis 3D 16MB
6)      Resolusi 1024x768, Warna 16-bit
7)      Windows XP atau Windows 2000 (bukan Windows Me), Linux, Mac OS X
Jenis kesalahan umum dalam video RAM yang tidak mencukupi: peranti lunak ini dirancang untuk memperingatkan pengguna apabila kartu grafis mereka tidak mampu menjalankan Earth (ini sering terjadi karena Video RAM yang tidak mencukupi atau driver kartu grafis yang terkena bug). Jenis kegagalan yang lain adalah kecepatan akses Internet. Kecuali untuk yang sering gagal, Internet broadband (Cable, DSL, T1, dll) dibutuhkan.

Google Earth dalam Versi Mac, yaitu sebuah versi untuk Mac OS X diluncurkan pada tanggal 10 Januari 2006, dan siap diunduh dari website Google Earth. Dengan beberapa pengecualian, versi Mac muncul secara stabil dan lengkap, dengan fungsi yang sama dengan versi asli Windows. Tampilan dan binari versi Mac telah dibocorkan ke dalam Internet satu bulan sebelumnya, tanggal 8 Desember 2005. Versi bocoran ini belum selesai. Diantara yang lain, menu Help dan fitur "Display License"-nya bekerja, menandai bahwa versi ini ditujukan untuk penggunaan internal Google. Google tidak berkomentar mengenai bocoran itu. Sekarang, versi Mac berjalan hanya pada Mac OS X versi 10.4 dan 10.3.9. Tidak ada browser yang dipasang dan antarmuka langsung menuju Gmail. Terdapat beberapa bug yang menyerang bar menu ketika berganti aplikasi dan beberapa bug menyerang balon peringatan dan print. Dari versi 4.1.7076.4558 (diluncurkan tanggal 9 Mei 2007), pengguna Mac OS X dapat, diantara fitur baru lainnya, menaikkan satu tingkat ke versi "Plus" melalui pilihan di menu Google Earth. Beberapa pengguna melaporkan bahwa kesulitan dengan Google Earth adalah crash pada versi terakhir saat memperbesar gambar.

Versi Linux, dimulai dengan versi 4 beta, Google Earth beroperasi dibawah Linux, sebagai sebuah aplikasi yang menggunakan QT-toolkit.

Persyaratan Minimal Sistem
·         Kernel: 2.4 atau yang terakhir
·         CPU: Pentium III, 500 MHz
·         Memori Sistem (RAM): 128 MB
·         Hard Disk: ruang kosong 400 MB
·         Kecepatan Internet: 128 kb/detik
·         Layar: 1024x768, warna 16 bit
·         Telah dicoba dan bekerja pada distribusi berikut:
  • Ubuntu 5.10/6.06/6.10/7.04/7.10
  • SUSE 10.1/10.2
  • Fedora Core 4/5/6/7
  • Linspire 5.1
  • Gentoo 2006.0
  • Debian 3.1/4
  • Red Hat 9
  • Slackware 11.0
  • FreeBSD 6.1/7.0 with Linux Emulation
  • Arch Linux 0.7.2 Duke
  • Xandros 3.0.3 Business Edition
  • Mandriva 2007
  • Sabayon Linux 3.26
  • PCLinuxOS 5.

Resolusi dan akurasi Gooogle Earth. Beberapa daratan tercakup dalam gambar satelit dengan resolusi sekitar 15 m per piksel. Beberapa pusat masyarakat juga dicakup oleh pesawat terbang (ortofotografi) dengan beberapa piksel per meter. Lautan dicakup dengan resolusi paling rendah, juga beberapa pulau; seperti Tórshavn, ibu kota Kepulauan Faroe, dan Kepulauan Scilly di lepas pantai baratdaya England, dalam resolusi sekitar 500 m atau kurang. Gambar-gambar tersebut disediakan oleh Terrametrics.

Google telah menyelesaikan beberapa inakurasi dalam pemetaan vektor sejak peluncuran perangkat lunak ini, tanpa persyaratan pemutakhiran program itu sendiri. Sebuah contohnya merupakan teritori Nunavut di Kanada yang keluar dari cakupan peta Google Earth, sebuah teritori yang dibuat pada tanggal 1 April 1999; kesalahan ini diperbaiki oleh salah satu pembaharuan data pada awal 2006. Pemutakhiran akhir-akhir ini juga telah meningkatkan cakupan kejelasan fotografi udara, kebanyakan pada daerah di barat Eropa, tetapi tidak termasuk Irlandia dimana pemetaan dibiarkan terbatas.
Gambar-gambar tidak diambil semuanya pada waktu yang sama, tetapi berangsur selama tiga tahun. Gambar yang dipasang kadang-kadang tidak tepat. Pembaruan terhadap database fotografi dapat dikirim apabila perubahan drastis terjadi pada pemunculan lanskap, seperti pada pembaruan Google Earth yang belum selesai di daerah New Orleans setelah Badai Katrina, atau ketika tanda tempat berpindah secara tak terduga melintasi permukaan Bumi. Tetapi tanda tempat tersebut tidak pernah dipindahkan, gambarnya dipasang secara berbeda. Seperti pembaruan fotografi London pada awal 2006, membuat perpindahan sepanjang 15-20 meter di beberapa area, karena resolusi terlalu tinggi.
Kejelasan nama tempat dan jalan bervariasi dari tempat ke tempat. Yang akurat di Amerika Utara dan Eropa, tetapi pembaruan pemetaan reguler memperbaiki cakupan di manapun.
2.      Cara Menggunakan Google Earth
a.       Download Software Google Earth
http://earth.google.com
Melalui alamat tersebut google earth bisa didownload dua jenis software google earth. Salah satu disebut sebagai google earth pro, dimana software ini adalah produk google earth yang harus dibeli untuk memilikinya. Sementara dengan versi free, maka anda bisa memprolehnya secara gratis.
b.      Instalasi
Setelah selesai men-download software google earth, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menginstal software tersebut di PC ataupun di Laptop anda.
c.       Menggunakan
Setelah proses instalasi google earth sudah selesai dilakukan, maka saatnya mengunakan aplikasi google earth itu sendri. Adapun cara menggunakan google earth dapat dilakukan dengan mengetikkan alamat dalam kotak "Fly to", kemudian tekan "Enter" pada keypad dan Google Earth akan mencari ke lokasi tersebut. Kita dapat pergi ke mana saja di bumi ini. Cukup ketik lokasi dalam kotak "Fly to" dan klik "Enter".
Gunakan kontrol di sisi kanan layar untuk menavigasi arah utara, selatan, timur, atau barat. Sehingga dapat mengontrol berapa meter ketinggian dari tanah dengan menggunakan kontrol vertikal di sebelah kanan.
Klik pada gambar kecil Saturnus. Ini akan memungkinkan Anda untuk menjelajahi alam semesta. Klik bintang dan sebuah kotak akan muncul dengan informasi lengakap tentang bintang tersebut yang dilengkapi juga dengan video.

3.      Pemanfaatan Google Earth sebagai Media Pembelajaran Geografi
Pada materi PJ dan SIG banyak kesulitan dalam menyediakan bahan ajar, misalnya contoh-contoh foto udara hasil dari pengideraan jauh.
Aplikasi Google Earth membutuhkan koneksi dengan internet untuk mendapatkan foto-foto udara yang diinginkan, agar streaming gambar baik dan cepat minimal bandwith akses internetnya 200 kbps. Hampir semua wilayah di bumi didapatkan foto udaranya, (tetapi ada beberapa yang tidak nampak).
Semua foto udara tersebut sudah diberi titik ikat (Ground Control Point) dalam bentuk koordinat geografis yang sangat detil dengan tingkat kejelasan hingga jarak terdekat hingga +- 5 m. Angka koordinat akan selalu berubah jika kita menggerakkan mouse.
Pada saat melihat kenampakan bagian dari bumi yang diinginkan harus  menunggu beberapa saat sampai proses streaming foto sampai jelas sepenuhnya lalu baru disimpan gambar tersebut dalam bentuk file image dengan extensi *.jpg. Selanjutnya beberapa foto yang kita peroleh dari Google Earth tersebut digunakan sebagai bahan belajar. Atau jika ingin menunjukkan langsung foto udara dari Google Earth pada siswa bisa tampilkan foto udara hasil streaming dengan klik Aplikasi Google Earth dalam kondisi ofline. Dengan cara itu siswa akan menjadi lebih tertarik dengan pembelajaran yang diberikan oleh guru. Interaksi aktif akan terjadi antara guru dengan siswa. Guru bisa menanyakan kepada siswa secara langsung, bahkan memberi perntanyaan yang bersifat infestigasi kepada seluruh siswa. Sehingga siswa menjadi lebih terfokus pada materi. Dengan adanya media presentasi seperti LCD proyektor, maka konsentrasi siswa akan tertuju pada guru dan materi yang terpapar dalam layar. Selanjutnya akan lebih mudah dalam melakukan pengelolaan kelas.







BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Google Earth yaitu program globe virtual yang sebenarnya disebut Earth Viewer dan dibuat oleh Keyhole, Inc.. Program ini memetakan bumi dari superimposisi gambar yang dikumpulkan dari pemetaan satelit, fotografi udara dan globe GIS 3D. Tersedia dalam tiga lisensi berbeda: Google Earth, sebuah versi gratis dengan kemampuan terbatas; Google Earth Plus ($20), yang memiliki fitur tambahan; dan Google Earth Pro ($400 per tahun), yang digunakan untuk penggunaan komersial.
Ada tiga langkah untuk dapat mengoperasikan Google Earth, yaitu :
1.      Download Google Earth di http://earth.google.com
2.      Instalisasi, yaitu menginstal program Google Earth yang sudah didownload pada PC / laptop
3.      mengetikkan alamat dalam kotak "Fly to", kemudian tekan "Enter" pada keypad dan Google Earth akan mencari ke lokasi tersebut.
Google Earth dimanfaatan sebagai media pembelajaran Geografi dengan menampilkan foto – foto udara sesuai tempat yang diinginkan dalam mata pelajaran Geografi di sekolah. Dengan menggunakan Google Earth, maka siswa lebih dapat menerima beberapa konsep dengan persepsi yang benar.
B.     Saran
Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi, akan semakin lebih  baik, jika setiap guru  menguasai teknologi tersebut, salah satu contohnya bagi Guru Geografi dengan memanfaatkan Google Earth sebagai media pembelajaran. Karena dengan memanfaatkan teknologi ini siswa akan lebih memahami konsep Geografi yang memang membutuhkan alat peraga.




DAFTAR PUSTAKA